Dia antara akhawat yang aku mula kenali through media social .
Around 2015 i guess,
Dua tahun perkenalan melalui whatsapp and guess what, peraturan Allah mengtakdirkan aku untuk bertemu akhawat oshem Julai haritu. Short meet up but Alhamdulillah that night i had my chance to talk to her regarding tarbiyyah. I've always been fascinated on what Ukhti M done to sustain her tarbiyyah when shes in Australia and also after she back for good since last year.
Akhawat memang luar biasa bagi aku.
They can do anything and everything while others think it is impossible !
******************************
Rabu
1 Ogos 2017
whatsapp masuk and it's from Ukhti M,
![]() |
| "A gift for you" - Ukhti M |
"Jadilah seperti burung yang hanya kebergantungannya pada Allah"
Allahu. Jazakillahukhair akak titipkan pesanan ringkas yet very meaningful to me T.T
Burung.
Apa signifikan pada burung?
Ukhti I pernah share satu hadis which is one of her favourite hadis.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَقْوَامٌ أَفْئِدَتُهُمْ مِثْلُ أَفْئِدَةِ الطَّيْرِ
“Akan masuk surga suatu kaum yang hati mereka seperti hati burung.” (HR. Muslim no. 2840).
Macam mana hati burung tu?
Hati yang lemah lembut dan penuh rasa tawakal dan takutnya pada Sang Khaliq,
Pencipta sekalian alam.
Mukmin yang punya hati seperti burung itulah dikatakan as penduduk syorga :')Somehow, bila bercerita tentang rasa tawakal dan takutnya pada Allah, aku malu. Malu kerana diri aku sendiri masih lagi jauh untuk aku sampai tahap mukhlisin dan untuk punya rasa kebergantugan yang pure 100% hanya pada Dia. T.T
Kadang aku masih berharap pada manusia,
kadang aku masih lagi bergantung pada orang sekeliling,
kadang aku masih tidak sabar pada hasil,
dan kadang itu, aku masih lagi takut disoal manusia bukannya Allah.
Ya Rabbul Izzati,
Jazakillahukhair kerana sentiasa menghantar orang-orang yang sentiasa mengingatkan aku pada diriMu untuk aku sentiasa ingat dan tajdid niat aku,
Walaupun sekadar pesanan ringkas, ia tetap memberi sesuatu pada diri aku yang tidak punya apa-apa.
Semoga hari-hari yang mendatang menjadikan diri kita lebih taat pada Dia.
Percayalah dunia ini tidak punya apa-apa kalau memang kita kejar dunia semata-mata.
(86). وَإِذَا رَأَى الَّذِينَ أَشْرَكُوا شُرَكَاءَهُمْ قَالُوا رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ شُرَكَاؤُنَا الَّذِينَ كُنَّا نَدْعُو مِنْ دُونِكَ ۖفَأَلْقَوْا إِلَيْهِمُ الْقَوْلَ إِنَّكُمْ لَكَاذِبُونَ
(87). وَأَلْقَوْا إِلَى اللَّهِ يَوْمَئِذٍ السَّلَمَ ۖوَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ
Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain dari Engkau". Lalu sekutu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya kamu benar-benar orang-orang yang dusta". (86) Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. (87)

No comments:
Post a Comment